Hari ini, dikira akan jadi hari tanpa bad mood.
tapi itu jauh dari kenyataan.
Pagi tadi, seperti pagi-pagi biasanya, saya bangun tidur berbalapan dengan mentari pagi tanpa kokok ayam.
Setelah sholat shubuh, saya mereka-reka akan seperti apakah hari ini.
Hari ini ga ada jadwal mengajar, karena ini hari Selasa. Saya dapat jadwal mengajar setiap hari Senin seling sehari, dalam seminggu. Tapi hari ini saya diharuskan untuk pergi ke sekolah, kenapa?
Sehari sebelumnya, alias kemarin -hari Senin-. Saya dapat kabar gembira dan tak dapat dipercaya.
Bapak Didin, salah seorang guru SD di tempat saya mengajar mendapatkan salah satu pertarungan, a.k.a Beliau dapat peringkat pertama atas perhitungan suara pemilihan Ketua Lurah di Desa kami hari Minggu lalu.
Saya benar-benar tidak menyangka, Pak Didin dengan nomor urutnya yang ketiga (terakhir) bisa jadi yang pertama memenangkan pemilu tersebut. Saya pribadi mempunyai beberapa ekspektasi tentang siapakah yang akan menjadi pemenang. Sekilas saya pikir yang bakal menang adalah calon dengan nomor urut dua. Semua orang tahu, kampanyenya bapak nomor dua ini sangat heboh dan fantastik. Sampai-sampai, desas-desus masyarakat, biaya kampanyenya hingga mencapai lebih dari 500jutaan. WOW! (Mending buat modal usaha! Cetar tuh!)
Tapi Alhamdulillah, ternyata masyarakat Desa Cimekar lebih mempercayai bapak Didin untuk mematut masyarakat desa. oleh sebab itu, hari ini saya diwajibkan hadir ke sekolah. Pak Didin mengadakan syukuran.
Senanglah saya saat hendak pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. yang terbayang disana adalah kesenangan, kebahagian dan kekenyangan. hehehehe
Sesampainya di kantor, saya langsung buka laptop buat ngeprint Daftar 1 yang ibu kepala sekolah pesan kemarin.Selain mengajar Bahasa Inggris, saya diembani pula sebagai seorang operator sekolah, yang mengurusi segala sesuatu tentang administasi sekolah dasar dan siswa. Lumayanlah dapat double job. Syukur alhamdulillah. eit, tapi ini tak seenak yang dikira, memegang dua pekerjaan itu sangatlah tidak mudah. Butuh double focus dan ekstra kesabaran.
Buktinya, hari ini saya dibuat bad mood karena pekerjaan itu. Setelah saya menyetorkan pesanan ibu Kepsek, saya dapa tugas untuk menghadiri sebuah rapat yang diikuti oleh para operator segugus Cileunyi. Karena ini merupakan tugas saya, dengan hati senang saya penuhi undangan itu yang diadakan di kantor Dinas Pendidikan. Lokasinya lumayan agak jauh.
Singkat cerita. Seperti biasa, pekerjan operator tidak jauh dengan yang namanya ngetik mengetik, hitung menghitung, teknologi aplikasi, dan kesabaran tentunya.
Rapat dibuka dengan super sangat GEJE. Ga Jelas. Tidak ada pembukaan sakral. Para peserta rapat asik dengan pekerjaan mereka sendiri. Ada yang serius mengetik, ada juga yang malah ngobrol. Keadaan seperti itu tiba-tiba membuat pikiran saya terpacu pada TA saya. Tugas Akhir yang tak kunjung usai. Galau."Mending ngerjakeun TA di imah ai kieu mah!", menggerutu dalam hati. Akhir-akhir ini saya memang sering dapat Random Mood. Saya tahu apa sebabnya, karena terlalu banyak yang dipikirkan, tanpa mengambil langkah real.
Singkat cerita, Aplikasi pendataan di laptop saya tiba-tiba tidak bekerja dengan baik. Semua yang sudah saya tik dan edit tak menghasilkan buah yang dinanti. Semua rusak dan gagal. Tak bisa dioperasikan.
Disitu saya sangat kesal. "Aing mah hayang jebleh!" teriak dalam hati.
Dalam keadaan marah terpendam, saya langsung minta izin, berkata dengan sopan kepada koordinator rapat, "Maaf Pak, kalau bisa nanti besok saya akan kumpulkan ini.!"
Koordinator pun memperbolehkan saya mengerjakan tugas di rumah.
-Sebenarnya masih panjang kisah saat berada di Kantor Dinas Pendidikan, tapi saya skip ya-
Sesampai dirumah, saya merasa sangat malas untuk membuka laptop.
Tapi akhirnya, sekarang, pekerjaan itu sudah beres dan siap untuk diserahkan besok jam 7 pagi.
Pelajarannya, kalau ada satu pekerjaan yang membebani kita, maka segeralah kerjakan. Jangan terlalu lama dipikirkan. Semakin lama dipikirkan semakin bulukan pekerjaan itu, dan kita akan merasa malas kalau melihat sesuatu yang sudah bulukan. Hehehehe
tapi itu jauh dari kenyataan.
Pagi tadi, seperti pagi-pagi biasanya, saya bangun tidur berbalapan dengan mentari pagi tanpa kokok ayam.
Setelah sholat shubuh, saya mereka-reka akan seperti apakah hari ini.
Hari ini ga ada jadwal mengajar, karena ini hari Selasa. Saya dapat jadwal mengajar setiap hari Senin seling sehari, dalam seminggu. Tapi hari ini saya diharuskan untuk pergi ke sekolah, kenapa?
Sehari sebelumnya, alias kemarin -hari Senin-. Saya dapat kabar gembira dan tak dapat dipercaya.
Bapak Didin, salah seorang guru SD di tempat saya mengajar mendapatkan salah satu pertarungan, a.k.a Beliau dapat peringkat pertama atas perhitungan suara pemilihan Ketua Lurah di Desa kami hari Minggu lalu.
Saya benar-benar tidak menyangka, Pak Didin dengan nomor urutnya yang ketiga (terakhir) bisa jadi yang pertama memenangkan pemilu tersebut. Saya pribadi mempunyai beberapa ekspektasi tentang siapakah yang akan menjadi pemenang. Sekilas saya pikir yang bakal menang adalah calon dengan nomor urut dua. Semua orang tahu, kampanyenya bapak nomor dua ini sangat heboh dan fantastik. Sampai-sampai, desas-desus masyarakat, biaya kampanyenya hingga mencapai lebih dari 500jutaan. WOW! (Mending buat modal usaha! Cetar tuh!)
Tapi Alhamdulillah, ternyata masyarakat Desa Cimekar lebih mempercayai bapak Didin untuk mematut masyarakat desa. oleh sebab itu, hari ini saya diwajibkan hadir ke sekolah. Pak Didin mengadakan syukuran.
Senanglah saya saat hendak pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. yang terbayang disana adalah kesenangan, kebahagian dan kekenyangan. hehehehe
Sesampainya di kantor, saya langsung buka laptop buat ngeprint Daftar 1 yang ibu kepala sekolah pesan kemarin.Selain mengajar Bahasa Inggris, saya diembani pula sebagai seorang operator sekolah, yang mengurusi segala sesuatu tentang administasi sekolah dasar dan siswa. Lumayanlah dapat double job. Syukur alhamdulillah. eit, tapi ini tak seenak yang dikira, memegang dua pekerjaan itu sangatlah tidak mudah. Butuh double focus dan ekstra kesabaran.
Buktinya, hari ini saya dibuat bad mood karena pekerjaan itu. Setelah saya menyetorkan pesanan ibu Kepsek, saya dapa tugas untuk menghadiri sebuah rapat yang diikuti oleh para operator segugus Cileunyi. Karena ini merupakan tugas saya, dengan hati senang saya penuhi undangan itu yang diadakan di kantor Dinas Pendidikan. Lokasinya lumayan agak jauh.
Singkat cerita. Seperti biasa, pekerjan operator tidak jauh dengan yang namanya ngetik mengetik, hitung menghitung, teknologi aplikasi, dan kesabaran tentunya.
Rapat dibuka dengan super sangat GEJE. Ga Jelas. Tidak ada pembukaan sakral. Para peserta rapat asik dengan pekerjaan mereka sendiri. Ada yang serius mengetik, ada juga yang malah ngobrol. Keadaan seperti itu tiba-tiba membuat pikiran saya terpacu pada TA saya. Tugas Akhir yang tak kunjung usai. Galau."Mending ngerjakeun TA di imah ai kieu mah!", menggerutu dalam hati. Akhir-akhir ini saya memang sering dapat Random Mood. Saya tahu apa sebabnya, karena terlalu banyak yang dipikirkan, tanpa mengambil langkah real.
Singkat cerita, Aplikasi pendataan di laptop saya tiba-tiba tidak bekerja dengan baik. Semua yang sudah saya tik dan edit tak menghasilkan buah yang dinanti. Semua rusak dan gagal. Tak bisa dioperasikan.
Disitu saya sangat kesal. "Aing mah hayang jebleh!" teriak dalam hati.
Dalam keadaan marah terpendam, saya langsung minta izin, berkata dengan sopan kepada koordinator rapat, "Maaf Pak, kalau bisa nanti besok saya akan kumpulkan ini.!"
Koordinator pun memperbolehkan saya mengerjakan tugas di rumah.
-Sebenarnya masih panjang kisah saat berada di Kantor Dinas Pendidikan, tapi saya skip ya-
Sesampai dirumah, saya merasa sangat malas untuk membuka laptop.
Tapi akhirnya, sekarang, pekerjaan itu sudah beres dan siap untuk diserahkan besok jam 7 pagi.
Pelajarannya, kalau ada satu pekerjaan yang membebani kita, maka segeralah kerjakan. Jangan terlalu lama dipikirkan. Semakin lama dipikirkan semakin bulukan pekerjaan itu, dan kita akan merasa malas kalau melihat sesuatu yang sudah bulukan. Hehehehe
Hidup pak Didin guru SD. hoho
ReplyDeleteYa cak, segalanya kalo ditunda, makin numpuk dan numpuk, akhirnya malah nggak ke kerjain.
Terus nulis aja deh ya.
Hiduuuuuppp!! Nanti bakal lebih gampang buat ktp dan kk heheheheheh
DeleteOke siap bu Haji!!! ;)