Saya kecewa dengan kejadian hari tadi di Masjid UIN Bandung.
Pas selesai Test Tahfidz Quran sebagai syarat sidang, saya langsung ke Masjid. Saat itu pukul 11.30 WIB.
Saya langsung ambil wudhu, setelahnya masuk Masjid.
Pertama kali kaki kanan terinjak di dalam Masjid, saya dikagetkan
dengan suara yang terdengar berisik pada pengeras suara Masjid. Sontak
saya heran, suara apa itu.
Ternyata sumber
suara itu berada di sebuah gerumbulan acara perempuan (akhwat?) yang
dilaksanakan di lantai atas (lantai 2) sebelah selatan. Entah itu
organisasi kampus atau bukan, saya sama sekali ga tahu. Tapi, dugaan
saya mungkin itu acara yang diadakan oleh organisasi kampus. Suara yang
terdengar berupa seperti film dokumenter berupa musik berisik dan
sekilas terdengar suara perempuan berbicara dalam film dokumenter itu.
Keherananlah saya, ko acara beginian diadakan di dalam Masjid, tempat
yang seharusnya sunyi dan sejuk atau ramai dengan lantunan ayat
Al-quran. Ditambah ini jam-jam dimana orang bersiap-siap untuk shalat dzuhur. Suara itu jelas menganggu kenyamanan para tamu Allah. Jujur,
itu juga membuat saya mengurungkan untuk shalat Tahiyatul Masjid tadi.
Alasannya karena saya merasa tidak nyaman.
Saya putuskan untuk
duduk di shaff kedua tanpa shalat sunnat 2 rakaat terlebih dahulu. Di
sebelah kanan saya ada seorang Mahasiswa yang sedang membaca Al-quran
dengan nyaring. Membaca Al-quran pastilah akan mendapat pahala,
begitupun yang mendengarnya. Namun, pahala tinggalah pahala. Saat itu
saya malah dibuat kesal dengan keributan yang bersumber dilantai atas
itu. Kali ini saya dengar seorang perempuan berkerudung merah dengan
percaya diri bercuap-cuap memegang mic. Menit berikutnya, layaknya MC
profesional perempuan itu mengumumkan, bahwa dia akan memberikan
doorprice dengan kriteria yang disebutkan (Entah apa itu). Terdengarlah
beberapa tepuk tangan dari peserta.
"Astagfirulloh! Sadarkah mereka? Ini adalah Masjid, rumah Allah yang suci?"
Lagi-lagi saya keheranan. Ini organisasi Islam atau bukan? Acara apa
sebenarnya yang sedang mereka selenggarakan di tempat ini? Berdakwahkah?
Menyebarluaskan nilai-nilai islam yang baik dan benarkah?
Saat itu saya langsung beranjak mencari Masjid lain untuk dzuhur.
Thursday, February 14, 2013
Thursday, January 31, 2013
Semakin hari semakin semangat untuk merampungkan Tugas Akhir, setelah kemarin menyerahkan draft terjemahan kepada pembimbing dan di-acc.
Tugas Akhir yang saya buat sekarang ini ialah berupa terjemahan, dimana ada satu buku yang harus saya terjemahkan dari source language into target language, dalam hal ini Bahasa Inggris kedalam Bahasa Indonesia.
Judul buku aslinya yaitu Honest to My Country yang diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia 'Demi Negeriku'. Ini ditulis oleh seorang Tanzania dengan nama pena Candid Scope. Isi buku ini merupakan kumpulan essay kompilasi terdiri dari 5 buah tulisan tentang Deklarasi Arusha. Deklarasi yang memperjuangkan sosialisme, kebebasan dan demokrasi pada tahun 1977 di Tanzania, Afrika Timur.
Dalam buku ini kita bisa melihat sosok Mwalimu J. K. Nyerere sebagai president yang berani dan tangguh memperjuangkan negerinya. Pidato-pidatonya yang kuat dan hidup dapat menggambarkan sosok dirinya yang tidak kalah kuatnya.
***
Mudah-mudahan bisa rampung secepatnya, supaya cepat wisuda dan cari kerja yang lebih professional, menyenangkan hati.
Wednesday, January 30, 2013
Tuesday, January 29, 2013
Hari ini, dikira akan jadi hari tanpa bad mood.
tapi itu jauh dari kenyataan.
Pagi tadi, seperti pagi-pagi biasanya, saya bangun tidur berbalapan dengan mentari pagi tanpa kokok ayam.
Setelah sholat shubuh, saya mereka-reka akan seperti apakah hari ini.
Hari ini ga ada jadwal mengajar, karena ini hari Selasa. Saya dapat jadwal mengajar setiap hari Senin seling sehari, dalam seminggu. Tapi hari ini saya diharuskan untuk pergi ke sekolah, kenapa?
Sehari sebelumnya, alias kemarin -hari Senin-. Saya dapat kabar gembira dan tak dapat dipercaya.
Bapak Didin, salah seorang guru SD di tempat saya mengajar mendapatkan salah satu pertarungan, a.k.a Beliau dapat peringkat pertama atas perhitungan suara pemilihan Ketua Lurah di Desa kami hari Minggu lalu.
Saya benar-benar tidak menyangka, Pak Didin dengan nomor urutnya yang ketiga (terakhir) bisa jadi yang pertama memenangkan pemilu tersebut. Saya pribadi mempunyai beberapa ekspektasi tentang siapakah yang akan menjadi pemenang. Sekilas saya pikir yang bakal menang adalah calon dengan nomor urut dua. Semua orang tahu, kampanyenya bapak nomor dua ini sangat heboh dan fantastik. Sampai-sampai, desas-desus masyarakat, biaya kampanyenya hingga mencapai lebih dari 500jutaan. WOW! (Mending buat modal usaha! Cetar tuh!)
Tapi Alhamdulillah, ternyata masyarakat Desa Cimekar lebih mempercayai bapak Didin untuk mematut masyarakat desa. oleh sebab itu, hari ini saya diwajibkan hadir ke sekolah. Pak Didin mengadakan syukuran.
Senanglah saya saat hendak pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. yang terbayang disana adalah kesenangan, kebahagian dan kekenyangan. hehehehe
Sesampainya di kantor, saya langsung buka laptop buat ngeprint Daftar 1 yang ibu kepala sekolah pesan kemarin.Selain mengajar Bahasa Inggris, saya diembani pula sebagai seorang operator sekolah, yang mengurusi segala sesuatu tentang administasi sekolah dasar dan siswa. Lumayanlah dapat double job. Syukur alhamdulillah. eit, tapi ini tak seenak yang dikira, memegang dua pekerjaan itu sangatlah tidak mudah. Butuh double focus dan ekstra kesabaran.
Buktinya, hari ini saya dibuat bad mood karena pekerjaan itu. Setelah saya menyetorkan pesanan ibu Kepsek, saya dapa tugas untuk menghadiri sebuah rapat yang diikuti oleh para operator segugus Cileunyi. Karena ini merupakan tugas saya, dengan hati senang saya penuhi undangan itu yang diadakan di kantor Dinas Pendidikan. Lokasinya lumayan agak jauh.
Singkat cerita. Seperti biasa, pekerjan operator tidak jauh dengan yang namanya ngetik mengetik, hitung menghitung, teknologi aplikasi, dan kesabaran tentunya.
Rapat dibuka dengan super sangat GEJE. Ga Jelas. Tidak ada pembukaan sakral. Para peserta rapat asik dengan pekerjaan mereka sendiri. Ada yang serius mengetik, ada juga yang malah ngobrol. Keadaan seperti itu tiba-tiba membuat pikiran saya terpacu pada TA saya. Tugas Akhir yang tak kunjung usai. Galau."Mending ngerjakeun TA di imah ai kieu mah!", menggerutu dalam hati. Akhir-akhir ini saya memang sering dapat Random Mood. Saya tahu apa sebabnya, karena terlalu banyak yang dipikirkan, tanpa mengambil langkah real.
Singkat cerita, Aplikasi pendataan di laptop saya tiba-tiba tidak bekerja dengan baik. Semua yang sudah saya tik dan edit tak menghasilkan buah yang dinanti. Semua rusak dan gagal. Tak bisa dioperasikan.
Disitu saya sangat kesal. "Aing mah hayang jebleh!" teriak dalam hati.
Dalam keadaan marah terpendam, saya langsung minta izin, berkata dengan sopan kepada koordinator rapat, "Maaf Pak, kalau bisa nanti besok saya akan kumpulkan ini.!"
Koordinator pun memperbolehkan saya mengerjakan tugas di rumah.
-Sebenarnya masih panjang kisah saat berada di Kantor Dinas Pendidikan, tapi saya skip ya-
Sesampai dirumah, saya merasa sangat malas untuk membuka laptop.
Tapi akhirnya, sekarang, pekerjaan itu sudah beres dan siap untuk diserahkan besok jam 7 pagi.
Pelajarannya, kalau ada satu pekerjaan yang membebani kita, maka segeralah kerjakan. Jangan terlalu lama dipikirkan. Semakin lama dipikirkan semakin bulukan pekerjaan itu, dan kita akan merasa malas kalau melihat sesuatu yang sudah bulukan. Hehehehe
tapi itu jauh dari kenyataan.
Pagi tadi, seperti pagi-pagi biasanya, saya bangun tidur berbalapan dengan mentari pagi tanpa kokok ayam.
Setelah sholat shubuh, saya mereka-reka akan seperti apakah hari ini.
Hari ini ga ada jadwal mengajar, karena ini hari Selasa. Saya dapat jadwal mengajar setiap hari Senin seling sehari, dalam seminggu. Tapi hari ini saya diharuskan untuk pergi ke sekolah, kenapa?
Sehari sebelumnya, alias kemarin -hari Senin-. Saya dapat kabar gembira dan tak dapat dipercaya.
Bapak Didin, salah seorang guru SD di tempat saya mengajar mendapatkan salah satu pertarungan, a.k.a Beliau dapat peringkat pertama atas perhitungan suara pemilihan Ketua Lurah di Desa kami hari Minggu lalu.
Saya benar-benar tidak menyangka, Pak Didin dengan nomor urutnya yang ketiga (terakhir) bisa jadi yang pertama memenangkan pemilu tersebut. Saya pribadi mempunyai beberapa ekspektasi tentang siapakah yang akan menjadi pemenang. Sekilas saya pikir yang bakal menang adalah calon dengan nomor urut dua. Semua orang tahu, kampanyenya bapak nomor dua ini sangat heboh dan fantastik. Sampai-sampai, desas-desus masyarakat, biaya kampanyenya hingga mencapai lebih dari 500jutaan. WOW! (Mending buat modal usaha! Cetar tuh!)
Tapi Alhamdulillah, ternyata masyarakat Desa Cimekar lebih mempercayai bapak Didin untuk mematut masyarakat desa. oleh sebab itu, hari ini saya diwajibkan hadir ke sekolah. Pak Didin mengadakan syukuran.
Senanglah saya saat hendak pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. yang terbayang disana adalah kesenangan, kebahagian dan kekenyangan. hehehehe
Sesampainya di kantor, saya langsung buka laptop buat ngeprint Daftar 1 yang ibu kepala sekolah pesan kemarin.Selain mengajar Bahasa Inggris, saya diembani pula sebagai seorang operator sekolah, yang mengurusi segala sesuatu tentang administasi sekolah dasar dan siswa. Lumayanlah dapat double job. Syukur alhamdulillah. eit, tapi ini tak seenak yang dikira, memegang dua pekerjaan itu sangatlah tidak mudah. Butuh double focus dan ekstra kesabaran.
Buktinya, hari ini saya dibuat bad mood karena pekerjaan itu. Setelah saya menyetorkan pesanan ibu Kepsek, saya dapa tugas untuk menghadiri sebuah rapat yang diikuti oleh para operator segugus Cileunyi. Karena ini merupakan tugas saya, dengan hati senang saya penuhi undangan itu yang diadakan di kantor Dinas Pendidikan. Lokasinya lumayan agak jauh.
Singkat cerita. Seperti biasa, pekerjan operator tidak jauh dengan yang namanya ngetik mengetik, hitung menghitung, teknologi aplikasi, dan kesabaran tentunya.
Rapat dibuka dengan super sangat GEJE. Ga Jelas. Tidak ada pembukaan sakral. Para peserta rapat asik dengan pekerjaan mereka sendiri. Ada yang serius mengetik, ada juga yang malah ngobrol. Keadaan seperti itu tiba-tiba membuat pikiran saya terpacu pada TA saya. Tugas Akhir yang tak kunjung usai. Galau."Mending ngerjakeun TA di imah ai kieu mah!", menggerutu dalam hati. Akhir-akhir ini saya memang sering dapat Random Mood. Saya tahu apa sebabnya, karena terlalu banyak yang dipikirkan, tanpa mengambil langkah real.
Singkat cerita, Aplikasi pendataan di laptop saya tiba-tiba tidak bekerja dengan baik. Semua yang sudah saya tik dan edit tak menghasilkan buah yang dinanti. Semua rusak dan gagal. Tak bisa dioperasikan.
Disitu saya sangat kesal. "Aing mah hayang jebleh!" teriak dalam hati.
Dalam keadaan marah terpendam, saya langsung minta izin, berkata dengan sopan kepada koordinator rapat, "Maaf Pak, kalau bisa nanti besok saya akan kumpulkan ini.!"
Koordinator pun memperbolehkan saya mengerjakan tugas di rumah.
-Sebenarnya masih panjang kisah saat berada di Kantor Dinas Pendidikan, tapi saya skip ya-
Sesampai dirumah, saya merasa sangat malas untuk membuka laptop.
Tapi akhirnya, sekarang, pekerjaan itu sudah beres dan siap untuk diserahkan besok jam 7 pagi.
Pelajarannya, kalau ada satu pekerjaan yang membebani kita, maka segeralah kerjakan. Jangan terlalu lama dipikirkan. Semakin lama dipikirkan semakin bulukan pekerjaan itu, dan kita akan merasa malas kalau melihat sesuatu yang sudah bulukan. Hehehehe
Subscribe to:
Comments (Atom)