Monday, June 27, 2011

Ada Bintang David di Logo UIN Sunan Gunung Djati Bandung?


Setelah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merubah logonya dengan menggusur Kitab Suci Al-Qur`an dengan tampilan menyerupai Hexagram atau Bintang David, kini UIN Sunan Gunung Djati Bandung seperti mengikuti  jejak koleganya di Jakarta.
Bahkan logo terbaru kampus yang terletak di kawasan Cibiru tersebut tampil dengan gambar menyerupai Bintang David yang lebih vulgar ketimbang UIN Jakarta. Analisa ini bukan untuk memvonis bahwa logo terbaru UIN Bandung pasti terkait misi Zionisme. Tidak sama sekali, karena di lembaganya dimaksudkan sebagai “Ayat-Ayat Kauniyah” yang harus digali, dikelola, dan dikembangkan oleh manusia, serta dibimbing oleh wahyu untuk mewujudkan manusia sebagai khalifah di muka bumi yang bertugas untuk memakmurkan alam, dan sekaligus melambangkan “Rukun Iman”. Wallahu a’lam.
Logo Baru UIN Bandung

Namun kita patut menyayangkan terjadinya hal ini dan mencoba bersikap husnudzon bahwa pihak UIN khilaf atas terjadinya “kecelakaan” pada logo barunya tersebut.
Hexagram
Kalau seksama kita perhatikan logo Hexagram hadir secara terang menyala dan diperlihatkan secara utuh. Keenam sudutnya hanya naik sedikit ke atas dan ke bawah namun tetap mengandung unsur Hexagram sebagai perlambang kaum masonik secara kuat. Karenanya, jika saja kita tetap secara focus kita akan terhantar pada tampilan gambar bendera Israel saat ini.
Selain dari pada itu, logo UIN Bandung kali ini juga menampilkan logo pentagram kecil yang di kelilingi Bintang David tersebut. Pentagram adalah symbol religius kaum pagan. Di Indonesia, khususnya Bandung, simbol pentagram sudah tidak asing. Pentagram sudah sangat terkenal khususnya pada band-band underground Bandung dimana mereka kerap memakainya, namun abai pada pengetahuan sejarah persentuhannya dengan nilai satanisme. Bahkan mungkin kita juga sudah masa bodoh apakah sebuah lambang mengandung nilai satanisme atau tidak.

Padahal Anton Lavey, penulis Injil Setan yang kerap mengkampanyekan symbol pentagram, pernah menyatakan bahwa music adalah alat yang dipakai para penganut Kabbalah dalam melebarkan misinya. Oleh karena itu tak pelak, konon Marliyn Manson dan Black Sabbath adalah band Metal pertama kali terpengaruh oleh Gereja Setan buatan Anton Lavey. Simbol pentagram juga menjadi perwujudan dari Kambing Mendez-Goat alias Baphomet.
Pentagram

Lalu kenapa logo UIN Badung bias seperti ini? Ini sepertinya ekses dari peralihan nama IAIN menjadi UIN yang mengandung konsekuensi logis, termasuk masalah logo.
Rektor UIN Bandung yang baru-baru ini lengser dari masa jabatannya, Profesor Nanat Fatah Natsir, seperti diberitakan Pikiran Rakyat tertanggal 3/11/2010, pernah menyatakan bahwa penggantian logo ini didasarkan atas perubahan status dari IAIN menjadi UIN sehingga terdapat program studi yang menyelenggarakan bidang pendidikan umum. Hal itu berbeda dengan dengan sebelumnya, dimana IAIN hanya terdiri dari program studi yang berkaitan dengan agama islam.
Walhasil kita mesti cermat bahwa Hexagram atau bintang persegi enam seperti sudah menjadi “hak paten” pengikut satanisme dan paganisme yang kuat dipengaruhi freemasonry. Terlebih kampus Islam harus menjadi garda terdepan membumikan nilai Islam dan menjauhi millah kaum kafir. ‘Ubudullah Wajtanibuth-Thaagut’ Sembahlah Allah, beribadahlah hanya kepada Allah saja dan tinggalkanlah segala sesembahan selain Allah, yang kita kenal dengan nama thagut. Dan puncak thagut adalah Iblis.
Pada abad ke-17, Hexagram mulai disebut dengan nama Shield of David oleh orang Yahudi dan diadopsi sebagai lambang dari organisasi Zionis pertama pada tahun 1897. Dan sampai saat ini Negara Zionis Israel masih setia memakai lambang itu sebagai lambang resmi negaranya di atas darah para syuhada muslim Palestina yang terbunuh atas kekejian mereka. 

Pada masa sekarang, Hexagram digunakan oleh gerakan freemason sebagai symbol pada banyak organisasi dan perusahaan yang berada di bawah kendalinya.
Tentunya kita harus berhati-hati ketika mengaitkan sebuah logo yang jelas-jelas dipakai Yahudi untuk diterjemahkan dalam bahasa Islam. Karena Rasulullah S.A.W sendiri pernah bersabda seperti diriwayatkan dari Ibnu Umar, “Barangsiapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud yang dishahihkan oleh Ibnu Hibban). Allahu A’lam. (pz)(re:in)

No comments:

Post a Comment