October 6th, 2011.
Wow! It would be my grateful day.
"Wreoook... Wreoook..." my stomach called on me to be fed. Yeah! It was
6.30 am. I have breakfast at this time. "I feel hungry." So, I went
directly to dinning room looking for some foods taking my habit
-breakfast in the early morning-. I only found a bowl of food that was
still covered on the table. I didn't know what inside was. Then I opened
it. I wished, at least there was fried egg or some fried chickens. I was
in hurry opening it. Obviously, it was just fried tofu. Recently, my mom
cooks simple food for breakfast. If not a tofu, I would get some others
like that; Tempe -soybean cake-, fried egg, fried rice or sometimes a
pan of soup. I understand why my mom does. It is due to she has worked
as a teacher since August in this year in an elementary school. Her new
activity makes her time short and busier. She has not only to wake up in
the early -about at 4 am-, but also has to do all her responsibilities
as a housewife. Washing clothes and plates. Cleaning the floor. Ironing.
Till making her children awake. It must be hard for her. So,
sometimes I help her cleaning the floor in the afternoon after coming
home from college. At least she would feel fresh when special aroma
smelled.
***
I decided to buy some food else, because I would not
feel satisfied if I had to eat only this side dish. I bought Gehu and
Karoket at nearby food stall of my house. It only spent a thousand
rupiah. It is cheap. On my way home, I met two junior high school
students who wore uniform, blue trousers, white shirt and their bags.
Both of them are short boys. They looked so happy. They walked while
talking and laughing. It reminded me six years ago. It showed me
myself. When I was senior high school, I was the shortest one in the
class, the funniest one also. But my teacher used to teach us a piety.
"A difference is not shown by its physical condition; whether rich or
poor, still young or already old, tall or short, beautiful or not. All
means nothing. God only look at someone's piety (Taqwa)." So, I used to
be confident. I was same as the others. I used to want to be an
excellent one. And I could make it, became the 10 smartest in the class
for two years. But, sometimes I used to ask to God, "Oh! Allah... Why
don't You give me a fate being a tall man?" "Alas! Don't be ever being
who is not grateful." "Thanks God!" I whispered.
***
After my graduation from my senior high school, my
hobby has been being swimming. On every Sunday, I prefer to go swimming
than hanging out with my friends. Swimming is my weekly activity. I do
seriously for it. Even though I am not an expert one of this sport, but it
really works. I became taller. I am even taller than several of my
friends. Yeah! God never sleeps. If we have willing and then we try to
hard work. We'll get it. The key is "Move On!". I always remember an
aphorism, "If there is a will, so there is a way."
***
My way was filled by looking at the both of boys while
imagining what like I was. Gehu and Karoket which were crept by a piece
of paper, on my arm ready to eat as my extra side dish. I walked faster
because not patient anymore having a meal for my breakfast time. Many
thanks to my mom, that has raised me to be who and what I am, that works
hard for me, that encourages me, that worries, that cares, that
sacrifices and that is here only for me.
***
This is my Thursday, how about yours?
Tuesday, November 1, 2011
Friday, August 5, 2011
Monday, June 27, 2011
Ada Bintang David di Logo UIN Sunan Gunung Djati Bandung?
Setelah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merubah logonya
dengan menggusur Kitab Suci Al-Qur`an dengan tampilan menyerupai Hexagram atau
Bintang David, kini UIN Sunan Gunung Djati Bandung seperti mengikuti jejak koleganya di Jakarta.
Bahkan logo terbaru kampus yang terletak di kawasan Cibiru
tersebut tampil dengan gambar menyerupai Bintang David yang lebih vulgar
ketimbang UIN Jakarta. Analisa ini bukan untuk memvonis bahwa logo terbaru UIN
Bandung pasti terkait misi Zionisme. Tidak sama sekali, karena di lembaganya
dimaksudkan sebagai “Ayat-Ayat Kauniyah” yang harus digali, dikelola, dan
dikembangkan oleh manusia, serta dibimbing oleh wahyu untuk mewujudkan manusia
sebagai khalifah di muka bumi yang bertugas untuk memakmurkan alam, dan
sekaligus melambangkan “Rukun Iman”. Wallahu a’lam.
![]() |
| Logo Baru UIN Bandung |
Namun kita patut menyayangkan terjadinya hal ini dan mencoba
bersikap husnudzon bahwa pihak UIN khilaf atas terjadinya “kecelakaan” pada
logo barunya tersebut.
![]() |
| Hexagram |
Kalau seksama kita perhatikan
logo Hexagram hadir secara terang menyala dan diperlihatkan secara utuh. Keenam
sudutnya hanya naik sedikit ke atas dan ke bawah namun tetap mengandung unsur
Hexagram sebagai perlambang kaum masonik secara kuat. Karenanya, jika saja kita
tetap secara focus kita akan terhantar pada tampilan gambar bendera Israel saat
ini.
Selain dari pada itu, logo UIN Bandung kali ini juga
menampilkan logo pentagram kecil yang di kelilingi Bintang David tersebut.
Pentagram adalah symbol religius kaum pagan. Di Indonesia, khususnya Bandung,
simbol pentagram sudah tidak asing. Pentagram sudah sangat terkenal khususnya
pada band-band underground Bandung dimana mereka kerap memakainya, namun abai
pada pengetahuan sejarah persentuhannya dengan nilai satanisme. Bahkan mungkin
kita juga sudah masa bodoh apakah sebuah lambang mengandung nilai satanisme
atau tidak.
Padahal Anton Lavey, penulis Injil Setan yang kerap
mengkampanyekan symbol pentagram, pernah menyatakan bahwa music adalah alat
yang dipakai para penganut Kabbalah dalam melebarkan misinya. Oleh karena itu
tak pelak, konon Marliyn Manson dan Black Sabbath adalah band Metal pertama
kali terpengaruh oleh Gereja Setan buatan Anton Lavey. Simbol pentagram juga
menjadi perwujudan dari Kambing Mendez-Goat alias Baphomet.
![]() |
| Pentagram |
Lalu kenapa logo UIN Badung bias seperti ini? Ini sepertinya
ekses dari peralihan nama IAIN menjadi UIN yang mengandung konsekuensi logis,
termasuk masalah logo.
Rektor UIN Bandung yang baru-baru ini lengser dari masa
jabatannya, Profesor Nanat Fatah Natsir, seperti diberitakan Pikiran Rakyat
tertanggal 3/11/2010, pernah menyatakan bahwa penggantian logo ini didasarkan
atas perubahan status dari IAIN menjadi UIN sehingga terdapat program studi
yang menyelenggarakan bidang pendidikan umum. Hal itu berbeda dengan dengan
sebelumnya, dimana IAIN hanya terdiri dari program studi yang berkaitan dengan
agama islam.
Walhasil kita mesti cermat bahwa Hexagram atau bintang
persegi enam seperti sudah menjadi “hak paten” pengikut satanisme dan paganisme
yang kuat dipengaruhi freemasonry. Terlebih kampus Islam harus menjadi garda
terdepan membumikan nilai Islam dan menjauhi millah kaum kafir. ‘Ubudullah
Wajtanibuth-Thaagut’ Sembahlah Allah, beribadahlah hanya kepada Allah saja dan
tinggalkanlah segala sesembahan selain Allah, yang kita kenal dengan nama
thagut. Dan puncak thagut adalah Iblis.
Pada abad ke-17, Hexagram mulai disebut dengan nama Shield
of David oleh orang Yahudi dan diadopsi sebagai lambang dari organisasi Zionis
pertama pada tahun 1897. Dan sampai saat ini Negara Zionis Israel masih setia
memakai lambang itu sebagai lambang resmi negaranya di atas darah para syuhada
muslim Palestina yang terbunuh atas kekejian mereka.
Pada masa sekarang, Hexagram digunakan oleh gerakan
freemason sebagai symbol pada banyak organisasi dan perusahaan yang berada di
bawah kendalinya.
Tentunya kita harus berhati-hati ketika mengaitkan sebuah
logo yang jelas-jelas dipakai Yahudi untuk diterjemahkan dalam bahasa Islam.
Karena Rasulullah S.A.W sendiri pernah bersabda seperti diriwayatkan dari Ibnu
Umar, “Barangsiapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” (HR.
Abu Daud yang dishahihkan oleh Ibnu Hibban). Allahu A’lam. (pz)(re:in)
Monday, April 18, 2011
Bank Syariah Mandiri books Rp 418.5b in profit
PT Bank Syariah Mandiri, a subsidiary of Bank Mandiri, the country’s strongest bank in assets, says it booked Rp 418.5 billion in net profits last year, a 43.8 percent increase from the Rp 290.9 billion it earned in 2009.
In a press release issued Tuesday as quoted by tempointeraktif.com, Syariah Mandiri says its operational income was the backbone of its profits. The bank also said it had gained more trust from customers since its third-party fund placement had increased by 49. 9 percent from Rp 19.3 trillion in 2009 to Rp 29 trillion in December last year.
A significant increase was also seen in financing, which rose from Rp 16 trillion in 2009 to Rp 23.9 trillion in December last year.
The figure also helped the bank increase its assets to Rp 32.4 trillion, up 47.4 percent from Rp 22 trillion in 2009.
In a press release issued Tuesday as quoted by tempointeraktif.com, Syariah Mandiri says its operational income was the backbone of its profits. The bank also said it had gained more trust from customers since its third-party fund placement had increased by 49. 9 percent from Rp 19.3 trillion in 2009 to Rp 29 trillion in December last year.
A significant increase was also seen in financing, which rose from Rp 16 trillion in 2009 to Rp 23.9 trillion in December last year.
The figure also helped the bank increase its assets to Rp 32.4 trillion, up 47.4 percent from Rp 22 trillion in 2009.
Twitter Tolak Dibeli Google Rp 86 Triliun?
Jakarta - Google dilaporkan pernah ngebet
dengan Twitter dan ingin mengakuisinya dengan harga sangat mahal. Namun
para petinggi Twitter memutuskan menolaknya sehingga Google gagal
memiliki situs mikroblogging ini.Dikutip detikINET dari Geek, Jumat (15/4/2011), laporan itu datang dari media bisnis Fortune. Tak cuma Google, Facebook pernah melakukan tawaran meski juga berujung penolakan. Tak ketinggalan Microsoft pernah mempertimbangkan untuk membeli Twitter.
Diyakini Google beberapa waktu lalu menawarkan uang USD 10 miliar atau sekitar Rp 86 triliun untuk membeli Twitter, jumlah yang sejatinya sangat besar dan mungkin melebihi nilai Twitter. Namun dewan direktur Twitter akhirnya memutuskan menolak tawaran Google.
Sementara pihak Facebook juga mencoba lagi membeli Twitter dengan uang USD 2 miliar, tapi upaya tersebut gagal juga. Sebelumnya di tahun 2008, Facebook kabarnya pernah ingin membeli Twitter dan tak berhasil.
"Sejak Twitter ditemukan, raksasa internet ingin membelinya dan yakin layanan sosial ini punya potensi untuk bersaing. Menurut sumber, Google yang paling serius dengan tawaran USD 10 miliar," demikian laporan Fortune.
Subscribe to:
Comments (Atom)


