Tuesday, November 1, 2011

Thursday Morning - Short Story

October 6th, 2011.


Wow! It would be my grateful day. "Wreoook... Wreoook..." my stomach called on me to be fed. Yeah! It was 6.30 am. I have breakfast at this time. "I feel hungry." So, I went directly to dinning room looking for some foods taking my habit -breakfast in the early morning-. I only found a bowl of food that was still covered on the table. I didn't know what inside was. Then I opened it. I wished, at least there was fried egg or some fried chickens. I was in hurry opening it. Obviously, it was just fried tofu. Recently, my mom cooks simple food for breakfast. If not a tofu, I would get some others like that; Tempe -soybean cake-, fried egg, fried rice or sometimes a pan of soup. I understand why my mom does. It is due to she has worked as a teacher since August in this year in an elementary school. Her new activity makes her time short and busier. She has not only to wake up in the early -about at 4 am-, but also has to do all her responsibilities as a housewife. Washing clothes and plates. Cleaning the floor. Ironing. Till making her children awake. It must be hard for her. So, sometimes I help her cleaning the floor in the afternoon after coming home from college. At least she would feel fresh when special aroma smelled.

***

I decided to buy some food else, because I would not feel satisfied if I had to eat only this side dish. I bought Gehu and Karoket at nearby food stall of my house. It only spent a thousand rupiah. It is cheap. On my way home, I met two junior high school students who wore uniform, blue trousers, white shirt and their bags. Both of them are short boys. They looked so happy. They walked while talking and laughing. It reminded me six years ago. It showed me myself. When I was senior high school, I was the shortest one in the class, the funniest one also. But my teacher used to teach us a piety. "A difference is not shown by its physical condition; whether rich or poor, still young or already old, tall or short, beautiful or not. All means nothing. God only look at someone's piety (Taqwa)." So, I used to be confident. I was same as the others. I used to want to be an excellent one. And I could make it, became the 10 smartest in the class for two years. But, sometimes I used to ask to God, "Oh! Allah... Why don't You give me a fate being a tall man?" "Alas! Don't be ever being who is not grateful." "Thanks God!" I whispered.

***

After my graduation from my senior high school, my hobby has been being swimming. On every Sunday, I prefer to go swimming than hanging out with my friends. Swimming is my weekly activity. I do seriously for it. Even though I am not an expert one of this sport, but it really works. I became taller. I am even taller than several of my friends. Yeah! God never sleeps. If we have willing and then we try to hard work. We'll get it. The key is "Move On!". I always remember an aphorism, "If there is a will, so there is a way."

***

My way was filled by looking at the both of boys while imagining what like I was. Gehu and Karoket which were crept by a piece of paper, on my arm ready to eat as my extra side dish. I walked faster because not patient anymore having a meal for my breakfast time. Many thanks to my mom, that has raised me to be who and what I am, that works hard for me, that encourages me, that worries, that cares, that sacrifices and that is here only for me.

***

This is my Thursday, how about yours?

Monday, June 27, 2011

Ada Bintang David di Logo UIN Sunan Gunung Djati Bandung?


Setelah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merubah logonya dengan menggusur Kitab Suci Al-Qur`an dengan tampilan menyerupai Hexagram atau Bintang David, kini UIN Sunan Gunung Djati Bandung seperti mengikuti  jejak koleganya di Jakarta.
Bahkan logo terbaru kampus yang terletak di kawasan Cibiru tersebut tampil dengan gambar menyerupai Bintang David yang lebih vulgar ketimbang UIN Jakarta. Analisa ini bukan untuk memvonis bahwa logo terbaru UIN Bandung pasti terkait misi Zionisme. Tidak sama sekali, karena di lembaganya dimaksudkan sebagai “Ayat-Ayat Kauniyah” yang harus digali, dikelola, dan dikembangkan oleh manusia, serta dibimbing oleh wahyu untuk mewujudkan manusia sebagai khalifah di muka bumi yang bertugas untuk memakmurkan alam, dan sekaligus melambangkan “Rukun Iman”. Wallahu a’lam.
Logo Baru UIN Bandung

Namun kita patut menyayangkan terjadinya hal ini dan mencoba bersikap husnudzon bahwa pihak UIN khilaf atas terjadinya “kecelakaan” pada logo barunya tersebut.
Hexagram
Kalau seksama kita perhatikan logo Hexagram hadir secara terang menyala dan diperlihatkan secara utuh. Keenam sudutnya hanya naik sedikit ke atas dan ke bawah namun tetap mengandung unsur Hexagram sebagai perlambang kaum masonik secara kuat. Karenanya, jika saja kita tetap secara focus kita akan terhantar pada tampilan gambar bendera Israel saat ini.
Selain dari pada itu, logo UIN Bandung kali ini juga menampilkan logo pentagram kecil yang di kelilingi Bintang David tersebut. Pentagram adalah symbol religius kaum pagan. Di Indonesia, khususnya Bandung, simbol pentagram sudah tidak asing. Pentagram sudah sangat terkenal khususnya pada band-band underground Bandung dimana mereka kerap memakainya, namun abai pada pengetahuan sejarah persentuhannya dengan nilai satanisme. Bahkan mungkin kita juga sudah masa bodoh apakah sebuah lambang mengandung nilai satanisme atau tidak.

Padahal Anton Lavey, penulis Injil Setan yang kerap mengkampanyekan symbol pentagram, pernah menyatakan bahwa music adalah alat yang dipakai para penganut Kabbalah dalam melebarkan misinya. Oleh karena itu tak pelak, konon Marliyn Manson dan Black Sabbath adalah band Metal pertama kali terpengaruh oleh Gereja Setan buatan Anton Lavey. Simbol pentagram juga menjadi perwujudan dari Kambing Mendez-Goat alias Baphomet.
Pentagram

Lalu kenapa logo UIN Badung bias seperti ini? Ini sepertinya ekses dari peralihan nama IAIN menjadi UIN yang mengandung konsekuensi logis, termasuk masalah logo.
Rektor UIN Bandung yang baru-baru ini lengser dari masa jabatannya, Profesor Nanat Fatah Natsir, seperti diberitakan Pikiran Rakyat tertanggal 3/11/2010, pernah menyatakan bahwa penggantian logo ini didasarkan atas perubahan status dari IAIN menjadi UIN sehingga terdapat program studi yang menyelenggarakan bidang pendidikan umum. Hal itu berbeda dengan dengan sebelumnya, dimana IAIN hanya terdiri dari program studi yang berkaitan dengan agama islam.
Walhasil kita mesti cermat bahwa Hexagram atau bintang persegi enam seperti sudah menjadi “hak paten” pengikut satanisme dan paganisme yang kuat dipengaruhi freemasonry. Terlebih kampus Islam harus menjadi garda terdepan membumikan nilai Islam dan menjauhi millah kaum kafir. ‘Ubudullah Wajtanibuth-Thaagut’ Sembahlah Allah, beribadahlah hanya kepada Allah saja dan tinggalkanlah segala sesembahan selain Allah, yang kita kenal dengan nama thagut. Dan puncak thagut adalah Iblis.
Pada abad ke-17, Hexagram mulai disebut dengan nama Shield of David oleh orang Yahudi dan diadopsi sebagai lambang dari organisasi Zionis pertama pada tahun 1897. Dan sampai saat ini Negara Zionis Israel masih setia memakai lambang itu sebagai lambang resmi negaranya di atas darah para syuhada muslim Palestina yang terbunuh atas kekejian mereka. 

Pada masa sekarang, Hexagram digunakan oleh gerakan freemason sebagai symbol pada banyak organisasi dan perusahaan yang berada di bawah kendalinya.
Tentunya kita harus berhati-hati ketika mengaitkan sebuah logo yang jelas-jelas dipakai Yahudi untuk diterjemahkan dalam bahasa Islam. Karena Rasulullah S.A.W sendiri pernah bersabda seperti diriwayatkan dari Ibnu Umar, “Barangsiapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud yang dishahihkan oleh Ibnu Hibban). Allahu A’lam. (pz)(re:in)

Monday, April 18, 2011

Bank Syariah Mandiri books Rp 418.5b in profit

PT Bank Syariah Mandiri, a subsidiary of Bank Mandiri, the country’s strongest bank in assets, says it booked Rp 418.5 billion in net profits last year, a 43.8 percent increase from the Rp 290.9 billion it earned in 2009.

In a press release issued Tuesday as quoted by tempointeraktif.com, Syariah Mandiri says its operational income was the backbone of its profits. The bank also said it had gained more trust from customers since its third-party fund placement had increased by 49. 9 percent from Rp 19.3 trillion in 2009 to Rp 29 trillion in December last year.

A significant increase was also seen in financing, which rose from Rp 16 trillion in 2009 to Rp 23.9 trillion in December last year.

The figure also helped the bank increase its assets to Rp 32.4 trillion, up 47.4 percent from Rp 22 trillion in 2009.

Twitter Tolak Dibeli Google Rp 86 Triliun?

Jakarta - Google dilaporkan pernah ngebet dengan Twitter dan ingin mengakuisinya dengan harga sangat mahal. Namun para petinggi Twitter memutuskan menolaknya sehingga Google gagal memiliki situs mikroblogging ini.

Dikutip detikINET dari Geek, Jumat (15/4/2011), laporan itu datang dari media bisnis Fortune. Tak cuma Google, Facebook pernah melakukan tawaran meski juga berujung penolakan. Tak ketinggalan Microsoft pernah mempertimbangkan untuk membeli Twitter.

Diyakini Google beberapa waktu lalu menawarkan uang USD 10 miliar atau sekitar Rp 86 triliun untuk membeli Twitter, jumlah yang sejatinya sangat besar dan mungkin melebihi nilai Twitter. Namun dewan direktur Twitter akhirnya memutuskan menolak tawaran Google.

Sementara pihak Facebook juga mencoba lagi membeli Twitter dengan uang USD 2 miliar, tapi upaya tersebut gagal juga. Sebelumnya di tahun 2008, Facebook kabarnya pernah ingin membeli Twitter dan tak berhasil.

"Sejak Twitter ditemukan, raksasa internet ingin membelinya dan yakin layanan sosial ini punya potensi untuk bersaing. Menurut sumber, Google yang paling serius dengan tawaran USD 10 miliar," demikian laporan Fortune.